viagra
admin on February 7th, 2010

Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kismantoro.

Kali ini kecelakaan menimpa dua buah sepeda motor saling bertabrakan hingga mengakibatkan salah satu korbannya tewas.

Kejadian kecelakaan pada Tgl. 2 Februari 2010 jam 20:30 malam bertepatan dengan hari Selasa Legi 16 Sapar 1431 H, TKP 100 meter di sebelah selatan Jembatan kali kepek atau depan pencucian mobil seberang kuburan Tanen.

Suara benturan yang sangat keras sangat mengagetkan warga yang sedang bersantai di rumahnya masing-masing di sekitar TKP lalu berhamburan keluar menghampiri asal sumber suara benturan yang amat keras tersebut. Setelah di dekati, ternyata ada dua sepeda motor yang telah menyatu dan dua orang pengendara yang bergeletakan tidak sadarkan diri.

Sebagian warga menghubungi kantor Polisi terdekat (Polsek Kismantoro) dan yang lain lagi mencari bantuan untuk menyelamatkan kedua korban.

Korban yang paling parah ialah pengendara sepeda motor Super X yang segera di larikan ke R.S. Njarakan Ponorogo di ketahui bernama Riyanto 22 Th. Warga Kelurahan Gedawung.

Setelah mendapatkan pertolongan beberapa saat di R.S. Njarakan, oleh karena luka-luka yang cukup parah sehingga nyawanya tidak bisa di selamatkan. Korban menghembuskan nafas terakhir tepat pukul 02:00 dinihari.

Adapun Korban yang satunya lagi, yaitu pengendara Kawasaki Ninja yang di ketahui bernama Iswanto 20 Th. Warga Nggadungan di larikan ke R.S. Kustati Surakarta.

Dokter yang merawat di buat repot dan sibuk oleh karena banyak sekali bagian-bagian tulangnya yang mengalami patah tulang, sehingga Ismanto terpaksa di pasangkan PEN logam penyambung tulang hingga berjumlah 15 buah, menurut cerita Sdr. Tukino yang mengantarkan korban ke R.S. Kustati Surakarta dan turut membantu di TKP lantaran kebetulan saja dia melintas di jalan yang tidak jauh dari TKP.

Kini kasusnya di tangani langsung oleh Kepolisian Resort Wonogiri.

Menurut saksi mata yang tidak mau di sebutkan namanya dan kebetulan sedang nongkrong di Puthukan Lor Kepek tidak terlalu jauh dari tempet kejadian, menyaksikan ada sepeda Motor Super X keluaran Negeri tirai bambu (MoCin) yang melaju dari arah Gedawung menuju Kismantoro (dari utara menuju kea’rah Selatan) menembus kegelapan tanpa satupun lampu penerang pada kendaraan tersebut. Lalu dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan tinggi Sepeda motor Kawasaki Ninja. Memang saat itu lalu lintas Jl. Raya Pakis baru (Lokasi TKP) sangat lengang, tidak ada kendaraan lain kecuali 2 buah kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut. Oleh karena pengendara Kawasaki Ninja tidak melihat adanya kendaraan dari arah berlawanan, dia merasa sendirian di Jalan yang mulus, lurus dan agak menurun, sehingga dia memacu kendaraannya semaksimal mungkin, namun tidak di sangka di depannya ada sebuah kendaraan sepeda motor yang gelap gulita tanpa satupun isyarat lampu, sehingga kecelakaanpun tidak dapat terhindarkan.

Menurut warga sekitar, tempat ini memang tergolong sangat rawan kecelakaan. Memang medannya yang lurus, kondisi jalan yang agak mulus sangat menggiurkan untuk memacu kendaraan, apalagi dari kedua arahnya sebelum sampai di titik ini (tempat TKP), baru saja melewati turunan yang landai dan menjelang menghadapi tanjakan yang landai pula, sehingga pas pada posisi titik TKP ini kendaraan sedang pada posisi yang sangat kencang, di tambah lagi pada malam hari tempat ini gelap banget, kalaupun ada cahaya lampu, itu hanya pantulan dari lampu neon 10 Watt dari rumah warga yang terpasang di depan beberapa rumah.

Untuk mengurangi angka kecelakaan dan untuk aksi menyelamatkan diri sendiri dan orang lain saat berkendara, makanya kita harus melengkapi lampu penerang kendaraan yang cukup atau yang di standarad-kan oleh Undang-undang.

Sumber berita di tulis dari Sdr. Tukino dan sumber-sumber lain yang layak di percaya.

Admin kismantoro on line

admin on February 2nd, 2010

Wilayah Kabupaten Wonogiri pada 2010 ini menerima alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan senilai Rp 43 miliar. Alokasi dana itu lebih besar dari tahun 2009 lalu yang hanya Rp 41 miliar.

Dana senilai Rp 43 miliar tersebut akan dialokasikan di 23 kecamatan (termasuk Kismantoro) dengan nilai sekitar Rp 2 miliar per kecamatan dengan kriteria pembagian berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, dan jumlah rumah tangga miskin (RTM).

Dana bantuan yang bersifat stimulus itu diharapkan bisa terserap seluruhnya seperti yang terjadi pada 2009 lalu, di mana tingkat penyerapan dana PNPM mencapai 100 persen. Dana itu antara lain digunakan untuk proyek fisik (peningkatan infrastruktur) sebesar 75% dan pengelolaan keuangan (simpan pinjam untuk kelompok perempuan) sebesar 25%.

“Pelaksanaan PNPM di wilayah kami memang tergolong bagus dan telah mampu meningkatkan swadaya masyarakat pedesaan. Rata-rata tingkat swadaya masyarakat di tiap-tiap desa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah,” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Wonogiri, Harmadi, sesuai memberikan pengarahan pada pembukaan rapat koordinasi (Rakor) fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Rabu (27/1).

Harmadi mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan tersebut. Bahkan beberapa kecamatan meraih prestasi di tingkat nasional maupun provinsi dalam pelaksanaan PNPM tersebut. Karena itulah, Harmadi mengatakan, pihaknya sangat siap menyambut kedatangan tim peninjau dari Bank Dunia, Sabtu (30/1)-Minggu (31/1) ini.

Fasilitator Bidang Keuangan Koordinator PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Wonogiri, Andreas Tri Handono, menjelaskan prestasi dimaksud adalah Juara I tingkat nasional dalam bidang entrepreneurship yang diraih Kecamatan Batuwarno pada 2008 lalu dan juara III tingkat Provinsi Jateng dalam pencapaian surplus tertinggi untuk simpan pinjam kelompok perempuan yang diraih Kecamatan Jatiroto.

 

Sumber Solopos digital Media.

Mudah-mudahan dana yang akan mengucur ke Kismantoro ini nantinya bermanfaat dan betul-betul tepat sasaran. Nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan Masyarakat, dengan mendapatkan modal atau pinjaman dari dana PNPM Mandiri ini. Kita tunggu saja hingga dana tersebut betul-betul sudah turun.

admin on January 29th, 2010

Harimau Jawa adalah jenis harimau yang hidup di pulau Jawa. Yang menurut penelitian para ahli harimau ini telah dinyatakan punah di sekitar tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis. Walaupun begitu, ada juga kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahu 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekior jenis harimau ini. Terakhir kali ada sinyalemen dari harimau jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulua Jawa. Walaupun begitu, ada kemungkinan kecil binatang ini belum punah.

Belakangan penulis dengan Sdr. Yuliantoharimau-jawa menelursuri daerah pegunungan Kismantoro (53 Km. dari kota Wonogiri arah timur) lokasi persisnya di Goa watu Ondo. Hasil penelusuran yang di temani oleh Penduduk setempat yang tinggal terdekat dengan Lokasi goa watu Ondo memang masih ada tanda-tanda jejak keberadaan harimau jawa ini.

Bahkan menurut cerita  penduduk setempat, acap kali masih bertemu berpapasan dengan harimau jawa ini di kampung mereka.

Bahkan saat musim jagung beberapa tahun yang lalu, penduduk masih menyaksikan induk harimau ini sedang bercengkrama ria dengan 2 ekor anaknya yang masih kecil-kecil. Jadi untuk perkiraan harimau jawa masih ada masih BESAR kemungkinannya.

Minimal pada kisaran tahun 1985 penulis pernah melihat dengan mata kepala sendiri, bahkan memegangnya di halaman rumah orang tua si penulis. Bukan berarti penulis mau sombong, berani pegang-pegang binatang yang di kenal sangat buas ini. Penulis saat itu sore hari kisaran jam 15:00 dengan tenang dan tanpa ragu mendekati binatang buas ini yang sedang berada di halaman rumah. Penulis memegang menepuk-nepuk kepala dan perutnya,

 

Tapi jangan heran kawan… harimau itu telah mati beberapa jam sebelum bertemu dengan penulis. Konon ceritanya harimau tersebut mati di tembak pasukan polisi dari Polsek Kismantoro di bantu ABRI yang berdinas di Koramil Kismantoro. Pasalnya harimau tersebut pada pagi harinya telah menyerang penduduk (Soimin 15 Th) yang pada pagi  buta itu sedang mencari rumput, karena setelah makan sahur dan Sholat subuh masih cukup ketersediaan tenaganya, kebetulan saat itu sedang bulan Puasa. Karena udara pagi itu masih sangat dingin, untuk sedikit menghangatkan suhu sambil menunggu saat fajar menyingsing Soimin dan beberapa orang temannya yang hendak mencari rumput bikin api unggun di bawah watu ondo yang berjarak sekitar 20 meter dari mulut goa.

Sejurus kemudian, Soimin yang mengawali aktifitas mencari rumput kebetulan melintas di depan mulut goa, tiba-tiba harimau yang merasa terusik ketengannya oleh asap yang di timbulkan dari api unggun tersebut menyambar tubuh soimin, walaupun Soimin sempat menghindar, namun sempat terkena sambaran kaki depan kanan harimau tersebut. Luka menganga di dada bagian atas sebelah kanannya. Spontan Soimin teriak minta tolong sambil sekuat tenaga berlari menyelamatkan diri. Teman-teman dan penduduk sekitar segera memberikan pertolongan dengan membawa Soimin ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan. Kebetulan Puskesmas dan Polsek Kismantoro jaraknya hanya berseberangan jalan, sehingga secara tidak sengaja kedatangan Soimin ke Puskesmas yang korban cakaran harimau mendapat respons pak Kapolsek.

Dalam waktu singkat, pak kapolsek dan jajarannya di bantu pak Danramil beserta dengan beberapa anak buahnya lengkap dengan senapan laras panjang pergi menghampiri goa watu ondo, dalam sekejap watu ondo bagaikan ada perang lantaran suara berondongan peluru yang bertubi-tubi mengarah ke mulut goa. Tidak lama kemudian, 1 ekor harimau jawa nggelundung tewas tertembus beberapa timah panas di tubuhnya.

 

Setelah harimau tersebut mati, bangkainya di gotong oleh penduduk untuk di bawa ke Polsek ( mungkin untuk di jadikan barang bukti), nah… sesampainya di halaman rumah orang tua penulis itulah bangkai harimau di semayamkan untuk menunggu kendaraan yang akan mengangkutnya.

 

Tragedi setelah 1 ekor harimau mati.

 

Sambil menunggu datangnya kendaraan yang akan membawanya, bangkai harimau tersebut menjadi tontonan gratis masyarakat seKismantoro saat itu. Bahkan beberapa warga tidak hanya menonton, melainkan ada yang mencabut kumisnya, ada yang mencabut kukunya, bahkan ada yang sudah membawa golok yang tajam hendak mengambil kulit kepalanya.

Diawali dari tujuan di bawa kemana bangkai harimau tersebut, ternyata di tengah perjalanan bangkai harimau di ‘bruncah’ di potong-potong dagingnya di jadikan sebagai (konon untuk beberapa orang meyakininya sebagai “jamu”). Kulitnya ada yang menggunakan sebagai kucingan reog.

Sesaat malam hamper tiba.

Malam terasa sunyi mencekam, harimau dengan balatentaranya yang jumlahnya sangat banyak datang menyerbu desa-desa. Seolah seperti hendak memnuntut balas atas kematian temannya yang tertembak. Semua penduduk yang ‘jail’ mencabut kumisnya hampir semua gentengnya rontok di porak porandakan kawanan harimau, kulit kepala yang telah di jemur di pucuk pohon ori yang telah di buang ranting-rantingnya di tungguin sedikitnya 4-5 ekor, beberapa penduduk yang menyantap dagingnya dinding rumahnya semua di cakar-cakar dan gentengnya di porak porandakan, bahkan ada beberapa penduduk yang kambingnya 1 kandang habis di sobek-sobek, di cincang-cincang namun sepertinya tidak ada yang di mangsa.

1 bulan lebih Kismantoro mencekam saat itu, terutama pada jalur yang di lalui menggotong bangkai harimau yang mati.

 

 

Kini harimau jawa oleh kebanyakan kalangan sudah di anggap punah.

Tapi kami yakin, di Kismantoro masih ada tersisa, entah jumlahnya tinggal berapa ekor lagi?

 

Hendaknya di lakukan penyelidikan yang serius, lalu jika memang di goa watu ondo masih betul-betul ada tersisa harimau jawa, seyogyanya di lakukan penyelamatan dengan cara membuat “Taman Nasional Harimau Jawa” TNHJ Kismantoro. Dengan membebaskan (mengganti rugi) lahan masyarakat sekitarnya, dan menyediakan mangsa yang cukup dengan tidak merubah / memindah habitatnya yang telah dapat menyelamatkan populasinya hingga orang telah menganggapnya punah.

 

Tentunya Penduduk sekitar tidak keberatan jika di lakukan relokasi asalkan ganti rugi yang di berikan sesuai, karena penduduk sekitar dengan adanya TNHJ Kismantoro, nantinya dalam jangka panjang akan turut memetik hasilnya. Karena sudah pasti Kismantoro akan menjadi tujuan para peneliti dan wisatawan yang hendak berwisata menyaksikan keberadaan harimau yang sudah di anggap punah dengan menyediakan warung makan, penginapan, cindera mata dll.

 

Semoga tulisan ini kiranya dapat membuka secercah  harapan bagi Kismantoro, Penduduk sekitar watu Ondo, Ploso, Nggrowong. Kitren dan Ngroto-Kismantoro Khususnya, dan Wonogiri pada umumnya.

Jika memang betul-betul Kismantoro masih menyimpan ‘mutiara’ harimau jawa ini, mudah-mudahan segala sesuatunya demi terlaksana dan terbentuknya TNHJ dapat persetujuan, kemudahan-kemudahan dari Pemerintah Daerah.

 

Untuk dan Demi Kismantoro, penulis bersedia di hubungi dan di mintai penjelasan tentang tulisan ini.

 

Terima kasih,

Salam Kismantoro

Ttd.

Est~08121055244

Hayo… Siapa yang masih gemar main judi?

Dahulu nih… Kismantoro amat sangat terkenal akan judi sabung ayam, dadu, oglog, kartu cina, domino, dan remi.

Terkenal karena banyaknya tempat yang menyediakan maupun banyaknya pemain judi yang berasal dari sini. Sampai-sampai yang namanya mau mencari dana untuk sesuatu bangunan sarana umum-pun di lakukan dengan cara menggelar pentas judi. Yang mana uang “cring” nya di ambil untuk keperluan tersebut.

Makanya tidak heran jika dalam rangka acara jagong bayi sepasar suntuk, pada tiap malamnya juga ada permainan judi komplit terkadang sampai pagi. Suatu kali di daerah Solo Kota sambil menunggu keberangkatan kereta Argo Lawu penulis bertemu dengan seseorang, dia memperkenalkan diri berasal dari Karanganyar. Kemudian menanyakan berasal dari mana atau tinggal dimana kepada penulis, pada saat saya sebutkan dari Kismantoro Wonogiri; orang tersebut langsung spontan menjawab dengan yang membuat saya rada-rada MALU. Pasalnya spontanitas yang di ucapkan kala itu “oh… berarti sampeyan jago judi ya Mas..?”  Waduh-waduh biyung..!!! Kismantoro terkenal kok karena jagoan judi to..??? Ngelus dodo saya. 

Mudah-mudahan ke-terkenalan dan ketenaran Kismantoro soal  tukang jago main judi ini segera luntur dan tergantikan oleh ketenaran dan ke-terkenalan yang positif. Itu Pe-eR kita bersama untuk mengubah image Kismantoro yang kita Cintai.

Mungkin kini saatnya sudah hampir tiba. Para penggemar main judi sudah kehilangan kesempatan untuk menyalurkan kegemarannya  yang merupakan penyakit masyarakat  ini. Pasalnya, Kepolisian Republik Indonesia Resort Wonogiri hingga saat ini masih gencar membersihkan penyakit masyarakat yang sudah sangat melekat di masyarakat ini. Dengan demikian, lambat laun keinginan untuk bermain judi akan luntur dan hilang oleh karena ketidak tersediaan-nya tempat dan waktu untuk bermain judi. Itulah harapan kita semua.

Langkah nyata kepolisian Wonogiri untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat), utamanya perjudian kali ini dibuktikan lagi dengan menangkap empat pelaku perjudian.

Setelah delapan warga Ngadirojo ditangkap, kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Gemawang, Kecamatan Girimarto, Wonogiri. Dua dari empat tersangka itu adalah pasangan suami istri dan Kamis (14/1) ditahan di Mapolres Wonogiri.

Keempat tersangka itu adalah Samidi dan istrinya Ny Tumini, Karmin serta Mardi alias Bagong. Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 203.000, dua set kartu remi dan empat kartu domino. Saat penyerahan keempat tersangka, anak pelaku terlihat menangis. “Jangan menangis seperti itu,” ujar Samidi kepada anak putrinya sambil berjalan mengikuti penyidik.

Kasatreskrim AKP Sugiyo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto menceritakan, keempat tersangka ditangkap di rumah Samidi, Selasa (13/1) pukul 18.00 WIB. “Petugas menangkap mereka, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.”

admin on January 7th, 2010

Ketika Kerajaan  Majapahit mulai surut, hiduplah seorang  empu keris yang sakti mandraguna. Dia bernama Jaka Supa putra dari  Bupati Empu yang bernama Ki Supadriya.  Jaka Supa adalah seorang  pemuda yang sederhana, namun sangat menyukai tapa brata istilah jawanya adalah “Gentur lelaku prihatin”. Kelak atas perjuangan tapa bratanya, beliau akan menurunkan pusaka pusaka yang hebat dan juga menurunkan empu-empu  pembuat keris yang luar biasa di tanah jawa. Konon pada suatu ketika, wilayah kerajaan Majapahit dilanda “pagebluk” yang sangat keris-kiai-sengkelatnggegirisi,hingga banyak para kawula (rakyat jelata) yang pagi sakit sore meninggal dan sore sakit paginya meninggal.Tidak hanya para rakyat jelata, banyak juga beberapa bangsawan, pandita dan sebagainya terserang penyakit  yang sangat misterius ini. Hingga akhirnya kekawatiran Sang Prabu atas nasib penghuni Kraton oleh sebab ganasnya pageblug tersebut terjadi juga, Dyah Ayu Sekar Kedaton  jatuh sakit.Sudah beberapa tabib pinunjul dari penjuru negeri dihadirkan untuk membatu kepulihan sang putri,  namun toh hasilnya selalu nihil. Bahkan kalau malam menjelang , penyakit sang putri kian menjadi jadi. Untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan, sang prabu menugaskan segenap abdi dalem untuk bergiliran menjaga sang putri, khususnya di malam hari.

Hingga suatu malam,  sampailah giliran jaga itu jatuh pada Tumenggung Supandriya dan Tumenggung Supagati. Akan tetapi,  karena mereka berdua  ternyata sakit, maka tugas itu diwakilkan kepada anak anak mereka. Jaka Supa putra dari Tumennggung Supandriya dan Majigjo adalah putra dari Tumenggung Supagati. Sore itu langit agak mendung, disebelah barat semburat sinar matahari tampak kemerahan menyaput mega. Hingga dari jauh terlihat menakutkan laksana banjir darah siap menerkam majapahit. Mereka (Jaka Supa dan Majigja ) berangkat bersama sama menuju Kraton, ditengah perjalanan tak henti hentinya Majigja menceritakan kerisnya yang indah berlapis emas hasil buatanya sendiri. Keris itu diberinya nama sabuk Inten, sebuah keris yang indah, anggun, berpamor eksotis  dan menyimpan enegi  gaib yang  luar biasa, bahkan sembari bercanda, kadang  Majigja setengah meledek keris buatan Jaka Supa yang diberi nama Kyai Sengkelat itu. Sengkelat memang berbentuk sangat sederhana, dia sangat polos , tak banyak ornamen, ibarat naga dia bagaikan seekor naga yang hitam legam tanpa mahkota. Namun dibalik kesederhanaanya itulah, Sengkelat adalah keris yang pilih tanding.

Sesampai di keputren, mereka berdua langsung mengambil tempat jaga masing masing. Jaka Supa di sebelah kanan regol, sedangkan Majigja disebelah kiri.Beberapa saat waktu berlalu ,tidak terjadi apa-apa. Namun menjelang tengah malam, tiba tiba angin berdesir agak kencang menebar aura mistis yang menggetarkan hati para prajurit yang ikut menjaga kediaman sang putri, angin itu makin melembut dan melembut, hingga akhirnya banyak prajurit yang kemudian bergelimpangan tak mampu menahan hawa kantuk yang luar biasa. Tiba-tiba dari arah Gedong pusaka muncul sinar merah kehitaman yang sangat terang benderang, sinar itu naik memanjat langit setinggi  lima pohon kelapa dewasa. Sinar tersebut berpendar pendar ke segala penjuru, menebarkan  hawa teluh atau wabah penyakit yang mengakibatkan pageblug tersebut. Jaka Supa dan Majigja tak bergeming, ternyata hanya mereka berdua yang masih tersisa dari serangan hawa kantuk tersebut,  mereka meningkatkan kewaspadaan  , setelah mereka cermati ternyata sinar yang menebar teluh tersebut adalah Keris Kyai Condong Campur. Sabuk Inten yang sedari tadi sudah okrak-okrok pengen keluar dari warangkanya tiba tiba melesat naik ke angkasa, pertempuran condong campur dan sabuk inten tak terelakan lagi, namun sabuk inten memang jauh dibawah condong campur, baru sekitar sepuluh menit sabuk inten dapat dikalahkan dan balik ke warangkanya. Bahkan lambung Sabuk Inten “grimpil” dibagian depan , akibat hantaman Condong Campur. Jaga Supa tanggap sasmita, Sengkelat segera dicabut dari warangkanya setelah mendapat restu, keris pusaka tersebut membumbung tinggi ke angkasa, pertempuran terjadi sangat sengit sekali, desak mendesak dan serang menyerang. Setelah hampir subuh condong campur mulai kewalahan hingga akhirnya Sengkelat berhasil mematahkan ujung condong campur satu luk, akhirnya condong campurpun ngibrit ketakutan dan masuk kembali ke gedong pusaka. Sejak saat itu condong campur tak pernah keluar lagi menebar pageblug,  semenjak saat itu pula Dyah Ayu sekar kedaton berangsur angsur sembuh, dan  atas jasa-jasanya Jaka Supa akhirnya diangkat menjadi Empu Kerajaan kesayangan sang Prabu. Kelak dari tangannya akan lahir pusaka pusaka hebat yang sampai saat ini dikejar kejar oleh para pecinta keris, dan dari beliau juga akan lahir empu empu hebat penerusnya, keturunan terakhir beliau menurut cerita adalah Empu Djeno Harum Braja dari Ngayugyokarto Hadiningrat.

Berhubungan dengan cerita di atas, simbah selalu berpesan;

Le…. tirunen si sengkelat, dia adalah simbol wong cilik tapi sugih ngelmu“bathok bolu isi madu” paribasane. Sengkelat orang seneng nuduhake kasudibyane, walau dia sakti, kuat namun sosoknya sangat sederhana, sak anane atau sakmadya. Menurut simbah Sengkelat menjadi ikon bagi para  kawula alit yang berilmu tinggi. Konon, kelak dinusantara ini akan muncul sosok pemuda yang sederhana, tapi ketinggian ilmu lahir batinnya luar biasa, dia berasal dari keluarga biasa, yang lebih aneh lagi pemuda tersebut mempunyai pusaka Kanjeng Kyai Sengkelat sebagai tanda bahwa ia adalah pengemban amanat leluhur. Pemuda tersebut akan berjuang membangun Nusantara menjadi negeri yang aman, adil dan makmur. Untuk kebenaran cerita tersebut saya tidak tahu, namanya juga cuma dongeng, tapi mudah mudahan dongeng ini ada manfaatnya.

Scan dari koran Suara Karya_pentas-seni-tmii

admin on December 29th, 2009

jamasan-keris1Layaknya sebuah kirab dengan berbagai atribut dan pertunjukan seni yang mengiringi, kemeriahan benar-benar terasa saat satu per satu peserta Kirab dan Jamasan Pusaka yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, Minggu (27/12) berjalan beriringan mulai dari halaman Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri menuju obyek wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur (WGM).

Lebih dari 3.000 orang ikut meramaikan acara tahunan yang digelar sebagai upaya melestarikan pusaka peninggalan MN I sekaligus sebagai daya tarik wisata itu.

Sementara itu, pusaka yang dikirab dan dijamasi (dibersihkan) jumlahnya mencapai puluhan, terdiri atas pusaka peninggalan KGPAA Mangkunegara (MN) I sebanyak sembilan buah, pusaka koleksi Pemkab Wonogiri dan Bupati H Begug Poernomosidi, serta pusaka milik warga yang dititipkan untuk dijamasi. Di antara puluhan pusaka itu ada dua buah keris yang menyedot banyak perhatian warga karena ukurannya yang tidak normal.

Pada umumnya, keris hanya berukuran panjang 30-50 cm dan berat kurang dari 1 kg. Namun dua keris yang bernama Kiai Parungsari dan Kiai Sengkelat ini masing-masing berukuran panjang 2,5 meter dan 2 meter serta berat mencapai 40 kg dan 30 kg. Kedua keris yang menurut informasi merupakan peninggalan zaman Mataram sekitar tahun 1700-an ini telah menjadi maskot Kabupaten Wonogiri.

Dalam iring-iringan kirab itu, Kiai Parungsari dan Kiai Sengkelat diangkut dengan sebuah mobil pikap dengan dua patung sebagai penyangganya. Di sepanjang perjalanan kirab, keduanya menjadi pusat perhatian ribuan warga masyarakat yang menonton dari pinggir jalan. Bahkan sesampainya di lokasi jamasan, kedua pusaka itu paling banyak dikerumuni penonton yang ingin memotret dan mengabadikannya.

Kirab itu sendiri diberangkatkan sekitar pukul 09.00 WIB. Diawali dengan pasukan drumband anak-anak sekolah, disusul di belakangnya oleh kereta kencana yang ditumpangi Bupati Begug Poernomosidi. Baru kemudian mobil pembawa dua keris raksasa, dan pusaka-pusaka lainnya seperti tiga pusaka dari Selogiri yaitu keris Kiai Karawelang, tombak Kiai Totog dan tombak Kiai Jaladara, dua pusaka dari Girimarto yaitu tombak Kiai Limpung dan keris Kiai Semar Tinandu, dan dua pusaka dari Sendang Kaliwerak, Giritirto yaitu tombak Kiai Bancak dan tombak Kiai Alap-alap. Semuanya merupakan peninggalan MN I. Tak ketinggalan pula pusaka milik kabupaten, yaitu Gong Kiai Mendung Ekadayawilaga.

“Tradisi jamasan ini sudah dilakukan sejak 1980-an adalah sebagai sarana untuk melestarikan pusaka peninggalan KGPAA Mangkunegara I dengan cara membersihkan dan merawatnya secara rutin. Sekaligus menjadikannya sebagai salah satu daya tarik wisata Kabupaten Wonogiri. Petugas jamasan adalah abdi dalem Wrekso Warastro Pura Mangkunegaran,” ungkap salah satu panitia.

 

Sumber–> Solopos Digital Media

admin on December 16th, 2009

macetSelain lebih irit bahan bakar, alasan lain yang membuat orang memilih menggunakan motor untuk bepergian adalah waktu tempuh yang relatif lebih cepat. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa bentuk
Sepeda motor yang ramping sangat memungkinkan untuk menyelip di antara kendaraan yang lain saat macet.

Namun kenyataan itu pula yang kerap membuat beberapa pengendara sepeda motor bersikap sembrono ketika lalulintas mengalami kemacetan, tak jarang sikap inilah yang akhirnya memicu kecelakaan yang terjadi di jalan raya.

Berusaha untuk selalu terlihat dengan pengendara lain adalah hal utama yang harus dilakukan oleh para pengendara motor. Hal ini bisa dilakukan dengan tidak asal nyelonong saat akan berbelok atau saat mendahului, dan usahakan selalu menyalakan lampu penerang utama pada siang maupun malam hari. Gunakan lampu sein (sign / reting), klakson atau lampu dim sebelum melakukan hal di atas. Anda bisa menambahkan scotelite atau “mata kucing” pada beberapa bagian motor, kemampuan benda ini untuk memantulkan cahaya memungkinkan Anda dapat terlihat oleh pengguna jalan lain.

Tetap tertib dengan peraturan yang ada, tidak selalu ingin menang sendiri, tidak menggunakan trotoar, Utamakan penyeberang / pejalan kaki, dan tidak menganggap musuhterhadap pengendara mobil. Karena setelah berada di jalan raya, pengendara mobil dan pengendara motor adalah SAMA. Sama-sama pengguna jalan yang membayar pajak.

Sangat dianjurkan untuk melakukan manuver-manuver di antara pengguna jalan yang lain, karena para pengguna jalan yang lain tidak menegetahui arah mana yang akan dituju pengendara motor.

Kalau sudah begini tak jarang kecelakaan yang fatal malah terjadi. Untuk menghindari hal tersebut pastikan lampu sein menyala sebelum Anda berpindah jalur, dan jangan lupa untuk memastikan jalur yang akan ditempuh itu sudah aman.

Perilaku lain yang patut diberi perhatian adalah untuk menghormati pengguna jalan yang lain. Memotong jalan secara tiba-tiba, berhenti jauh di depan garis putih ketika lampu merah menyala dan naik ke atas trotoar adalah perilaku yang harus dijauhi.

Demi keamanan diri sendiri dan orang lain kendarai motor dalam batas kecepatan yang wajar. Dengan cara ini kamu juga bisa berhemat bensin, memperpanjang usia mesin, dan komponen motor yang lain. Perhatikan juga kondisi jalan di depan Anda, usahakan untuk tetap menjaga jarak dengan kendaraan didepan paling tidak 2 detik berselang.

Sumber: kompas

Tanggal 13 Desember 2009 di Anjungan Jawa Tengah TMII ada acara yang di gelar oleh Pemda Wonogiri.

Yaitu Pameran pentas Duta Seni dari Kabupaten Wonogiri,

Menampilkan: Kesenian Kucingan, tari Bedhoyo, Kethek Ogleng, dan Campur Sari yang kesemuanya di boyong dari Kota kita Tercinta Wonogiri.

sebagaimana di sampaikan Sekljend PAKARI via email yang sangat singkat namun jelas.

Berikut copy email yang di sampaikan Sekjend PAKARI:

sarnen sarnen <ssarnen@yahoo.com>

View Contact

To: Kismantoro, dot com; Sutarmun, Edy
ada acara di TMII tgl 13 Des 09 Pemda Wonogiri pameran hasil Prodact klu ada waktu harap hadir, undangan menyusul

Tolong sampaikan sama temen2
Nuwun

SSarnen
admin on November 23rd, 2009

Pengendara motor yang sering melewati daerah-daerah yang rawan banjir tentu khawatir saat musim hujan tiba. Hal ini mengingat gangguan atau kerusaan yang mungkin timbul pada motor saat melewati banjir, apalagi kalau air tersebut sampai masuk ke dalam mesin.

Oleh karenanya untuk menghindari kerusakaan, perhatian pada mesin motor yang sempat terendam air hendaknya dilakukan, antara lain dengan mengganti oli karena mungkin oli yang lama kemasukan air. Meski relatif mudah untuk dilakukan, langkah ini hendaknya ditangani oleh mereka yang lebih ahli dibengkel agar bisa sekaligus dikuras.

Disamping itu, pemilik sepeda motor juga dapat memeriksa bagian busi. Bukalah busi dan bersihkan dengan cermat agar sistem pengapian tidak terganggu. Dan sebaiknya ganti busi dengan yang baru demi mendapatkan performa motor yang maksimal.

Kemudian ada baiknya lubang busi diberi pelumas sedikit agar bagian dalam lubang busi yang mungkin terkena air tidak mengalami korosi atau karat yang dapat menggangu dikemudian hari.

Untuk memastikan ”kesehatan” mesin, sebaiknya lakukan proses tune up agar komponen-komponen dalam mesin yang mungkin sudah tidak layak pakai seperti saringan udara dan saringan bensin bisa terdeteksi dan dapat segera diganti agar performa motor bisa tetap optimal.

Jangan lupa memeriksa bagian rem karena air yang masuk dalam sistem pengereman akan meninggalkan kotoran, kalau udah begini , gangguan seperti bunyi yang muncul saat pedal rem diinjak sampai rem yang tidak pakem seringkali muncul.

Untuk itu, selain membersihkan bagian ini, bagi yang menggunakan rem tromol penggunaan ”jalur air” pada kanvas rem ke tromol tidak terhambat oleh debu dan air yang sangat mungkin masuk kedalam sistem pengereman. Sinilah fungsi ”jalur air” tadi dimana ia dapat mengurangi debu dan air yang masuk.

 

Sumber: kompas banjir