Hayo… Siapa yang masih gemar main judi?
Dahulu nih… Kismantoro amat sangat terkenal akan judi sabung ayam, dadu, oglog, kartu cina, domino, dan remi.
Terkenal karena banyaknya tempat yang menyediakan maupun banyaknya pemain judi yang berasal dari sini. Sampai-sampai yang namanya mau mencari dana untuk sesuatu bangunan sarana umum-pun di lakukan dengan cara menggelar pentas judi. Yang mana uang “cring” nya di ambil untuk keperluan tersebut.
Makanya tidak heran jika dalam rangka acara jagong bayi sepasar suntuk, pada tiap malamnya juga ada permainan judi komplit terkadang sampai pagi. Suatu kali di daerah Solo Kota sambil menunggu keberangkatan kereta Argo Lawu penulis bertemu dengan seseorang, dia memperkenalkan diri berasal dari Karanganyar. Kemudian menanyakan berasal dari mana atau tinggal dimana kepada penulis, pada saat saya sebutkan dari Kismantoro Wonogiri; orang tersebut langsung spontan menjawab dengan yang membuat saya rada-rada MALU. Pasalnya spontanitas yang di ucapkan kala itu “oh… berarti sampeyan jago judi ya Mas..?” Waduh-waduh biyung..!!! Kismantoro terkenal kok karena jagoan judi to..??? Ngelus dodo saya.
Mudah-mudahan ke-terkenalan dan ketenaran Kismantoro soal tukang jago main judi ini segera luntur dan tergantikan oleh ketenaran dan ke-terkenalan yang positif. Itu Pe-eR kita bersama untuk mengubah image Kismantoro yang kita Cintai.
Mungkin kini saatnya sudah hampir tiba. Para penggemar main judi sudah kehilangan kesempatan untuk menyalurkan kegemarannya yang merupakan penyakit masyarakat ini. Pasalnya, Kepolisian Republik Indonesia Resort Wonogiri hingga saat ini masih gencar membersihkan penyakit masyarakat yang sudah sangat melekat di masyarakat ini. Dengan demikian, lambat laun keinginan untuk bermain judi akan luntur dan hilang oleh karena ketidak tersediaan-nya tempat dan waktu untuk bermain judi. Itulah harapan kita semua.
Langkah nyata kepolisian Wonogiri untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat), utamanya perjudian kali ini dibuktikan lagi dengan menangkap empat pelaku perjudian.
Setelah delapan warga Ngadirojo ditangkap, kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Gemawang, Kecamatan Girimarto, Wonogiri. Dua dari empat tersangka itu adalah pasangan suami istri dan Kamis (14/1) ditahan di Mapolres Wonogiri.
Keempat tersangka itu adalah Samidi dan istrinya Ny Tumini, Karmin serta Mardi alias Bagong. Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 203.000, dua set kartu remi dan empat kartu domino. Saat penyerahan keempat tersangka, anak pelaku terlihat menangis. “Jangan menangis seperti itu,” ujar Samidi kepada anak putrinya sambil berjalan mengikuti penyidik.
Kasatreskrim AKP Sugiyo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto menceritakan, keempat tersangka ditangkap di rumah Samidi, Selasa (13/1) pukul 18.00 WIB. “Petugas menangkap mereka, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.”
aku berasal dr gedawung jg…aku setuju bgt dgn pembrantasan perjudian..karena masyarkat dsana sangat sulit mendapatkan penghasilan..klo dia judi jg habislah pendapatn..& saya berharap para ustad/ustadjzah bisa memberikan ceramah/bimbingan agama hingga kepelosok-pelosok..karena pengetahuan agama dipelosok masih sangat minim…mungkin bisa membentuk satu kelompok/organisasi untuk ini..sekian trimksh..